![]() |
Perlu kita ketahui, bahwa dunia ini diciptakan GUSTI ALLAH berpasang-pasangan. Ada senang, ada susah. Ada baik, ada buruk. Ada kaya, ada miskin. Jika kita renungkan, pasangan-pasangan yang ada di dunia ini sebenarnya hakekatnya satu. Semuanya berasal dari GUSTI ALLAH.
Kalau manusia itu mau hidup senang, maka suatu saat ketika mengalami hidup susah, ia pun harus mau. Kalau kita sekarang banyak duit, maka suatu saat ketika kita tidak punya duit, maka kita harus legowo dan ikhlas menerima. Karena semua itu hakekatnya berasal dari satu.
Ketika kita punya duit, janganlah terlalu bergembira, karena dibalik itu kita bakal tidak punya duit. Ketika kita bergembira, janganlah terlalu sukacita, karena sebentar lagi kita akan mengalami kesedihan.
Cara yang benar adalah kita menganggap semua hal yang terjadi pada diri kita itu adalah sesuatu yang biasa saja. Punya duit ya biasa, tidak terlalu senang. Tidak punya duit ya biasa, tidak terlalu sedih. Hidup mewah ya biasa, tidak terlalu gembira, hidup susah ya biasa, tidak terlalu bersedih. Kita terima dengan ikhlas apa yang terjadi.
Mengapa kita harus ikhlas? Karena GUSTI ALLAH senantiasa menguji ketakwaan kita. GUSTI ALLAH sangat cinta akan umatnya yang ikhlas dan berserah diri. Ketika kita bergelimang dengan duit, maka kita merasa bersyukur karena diberi kenikmatan, tetapi ketika kita tidak punya sepeser pun duit, kita pun harus merasa bersyukur karena kita masih diberi kesehatan dan panjang umur.
Rasakanlah, jika kita bisa atau setidaknya belajar , maka dunia ini akan indah. Kita bisa menikmati indahnya dunia tanpa menggerutu meskipun kita tidak punya duit.(*)

