Renungan Malam

Desah malam kian bersahaja
tatkala cakrawala berhenti membiru
nampaklah oleh insan gemintang menabur cahaya

Malam beranjak usia
dari terangnya keramaian berangsur galap nan sunyi

Hening terasa…
meski berkali gempar oleh kenalpot para brandalan kota
namun perlahan-lahan hilang ditelan lembutnya dimensi malam
hingga tersisa deru waktu menghias sepi
dan detak jantung yang mengalir ke nadi

Lalu jatuh lebur jiwaku dalam renungan
akan semakin lemahnya ragaku diseret sang waktu
akan kebesaran nikmatMu duhai Sang Maha Pencipta

Ya Tuhanku…
Engkau jadikan siang bagai lautan ridzki
‘tuk hamba nafkahi diri
dan malam meskinya hamba bertasbih,
dalam alunan dzikir dan do’a mensyukuri nikmatMu

Ya Tuhanku…
Andai nanti hamba tertidur
mohon hempaskanlah keletihan yang masih membeban

“Alhamdulillaahil ladzii atha’amanaa wa-saqaanaa,
wa-kafaanaa, wa-aawanaa fakam mimman laa kaafia
lahuu walaa mu’wia “
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kepada kami,
dan telah memberi minum kepada kami,
telah memberi kecukupan kepada kami
dan telah memberi tempat kepada kami.
Sedikit saja orang yang merasa tidak dicukupi olehNya
Dan merasa tidak diberi tempat olehNya”

Ya Tuhanku Ilahi Rabbi…
Biarkanlah malam tetap sunyi
dan jadikanlah kesunyian sebagai jalan ‘tuk merenungi
dimana kebesaran nikmatMu hendaknya patut disyukuri.